MATERI BISNIS ONLINE KELAS XII BAB 2
Nama : Muhammad Ivan Ardiansyah
Kelas : XII BDP 2
BAB 2 : Pemasaran dalam E-Commerce
A. PENGERTIAN E-COMMERCE (EC)
Menurut Triton (2006), e-commerce (electronic commerce) adalah transaksi perdagangan dimana baik membeli maupun menjual dilakukan secara elektronik melalui jaringan internet. Senada dengan definisi itu, menurut Laudon (1998), e-commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis. Keberadaan e-commerce sendiri dalam internet dapat dikenali melalui fasilitas pemasangan iklan, penjualan, dan service support terbaik bagi seluruh pelanggannya dengan menggunakan sebuah toko online berbentuk situs yang setiap harinya beroperasi selama 24 jam.
1. Tujuan e-Commerce
Tujuan perusahaan menggunakan e-commerce adalah meningkatkan keuntungan perusahaan dengan cara yang efektif dan efisien.
2. Manfaat e-Commerce
Aplikasi e-commerce memberikan nilai tambah (value added) bagi perusahaan atau pebisnis perorangan yang menggunakannya.
Berikut ini manfaat e-commerce bagi perusahaan.
a. Media promosi produk
b. Menghemat biaya
c. Informasi tepat waku
d. Mempersingkat waktu pengiriman uang
e. Konsistensi informasi
f. Pelayanan konsumen yang lebih baik
g. Hubungan pelanggan yang lebih baik
h. Penempatan produk fleksibel
i. Keunggulan kompetitif
j. Kenyamanan dalam berbisnis
3. Jenis E-Commerce
E-commerce memberikan banyak manfaat baik bagi pihak internal perusahaan ataupun baik bagi pihak eksternal perusahaan, yaitu semakin meningkatnya rasa saling percaya (trust). Berikut ini jenis e-commerce yang dapat digunakan perusahaan atau pebisnis perorangan.
a. Business-to-Business (B2B)
Business-to-Business (B2B) adalah e-commerce yang dilakukan oleh perusahaan dengan cara menjual produk secara online kepada perusahaan lain tanpa terlibat dalam proses penjualan kepada konsumen.
b. Business-to-Consumer (B2C)
E-commerce "Business-to-Consumer" (B2C) terjadi ketika perusahaan melakukan penjualan produk atau jasa kepada konsumen secara online. Berikut ini contoh perusahaan yang menggunakan e-commerce jenis Business-to-Consumer.
-Bhineka Komputer (http://www.bhinneka.com).
-Aladin Herbal (http://www.aladinherbal.com).
-Glodok Elektronik (https://glodokelektronik.id).
-Amazon (http://amazon.com).
-eBay (http://ebay.com)
c. Consumer-to-Business (C2B)
Situs e-commerce jenis Consumer-to-Business (C2B) terjadi ketika perorangan atau konsumen menawarkan produk atau jasa mereka kepada perusahaan dengan menggunakan situs atau secara online.
Contoh Perusahaan yang menggunakan e-commerce jenis Consumer-to-Business adalah sebagai berikut.
-Upwork (https://upwork.com)
-Orang Per Jam (http://www.peopleperhour.com)
-Guru (http://www.guru.com)
-Priceline (http://priceline.com)
-Belanja Kelkoo (http://kelkoo.com)
d. Consumer-to-Consumer (C2C)
Consumer-to-Consumer (C2C) adalah situs e-commerce yang dibuat oleh konsumen untuk menjual atau menawarkan produk atau jasa mereka langsung kepada konsumen lain. Contoh perusahaan yang menggunakan e-commerce jenis Consumer-to-Consumer adalah sebagai berikut.
-Kaskus(http://www.kaskus.co.id)
-OLX(http://www.olx.co.id)
-Tokopedia(http://www.tokopedia.co.id)
-Bukalapak(http://www.bukalapak.co.id)
B. STRATEGI PEMASARAN DALAM E-COMMERCE
Strategi e-commerce dibedakan menjadi 2 yaitu:
- strategi desain situs
- strategi desain model
Strategi situs e-commerce diperlukan kerena tujuan dan target perusahaan berbeda-beda.
1. Strategi Desain Situs
Tampilan situs sangat memengaruhi (calon) konsumen sat melihat situs e-commerce, sebab tampilan itu menentukan apakah (calon) konsumen tertarik untuk mendalami informasi-informasi yang ditampilkan atau tidak, yang pada gilirannya memengaruhi keputusannya untuk membeli produk yang sedang dipromosikan. Desain yang dikembangkan mengikuti salah satu strategi tersebut, dan jika dimungkinkan mengombinasikan keduanya.
a. Strategi komunikasi (informasi)
b. Strategi transaksional (online).
2. Strategi Desain Model Situs
a. strategi dasar
1) Membangun merek dan membangun citra Melalui web e-commerce, perusahaan menampilkan produk yang dilengkapi dengan gambar, spesifikasi, serta harganya dalam bentuk etalase virtual.
2) Meningkatkan efisiensi
Situs e-commerce dapat meningkatkan efisiensi, salah satunya dalam hal pemasaran produk.
3) Meningkatkan promosi
Situs e-commerce sebagai media promosi dibuat dengan tampilan iklan yang unik untuk mengarahkan pengunjung potensial masuk ke situs yang dituju.
4)mebangun informasi terkini
Perusahaan menawarkan dan menyediakan kepada sumen informasi-informasi yang rinci ketika berselancar di ernet, baik saat melihat situs maupun saat akan melakukan nsaksi pembelian.
b Strategi desain transaksional
Situs e-commerce dengan strategi desain transaksional menekankan desain situs yang berbentuk toko online atau etalase virtual, di dalamnya didukung dengan sistem informasi transaksi yang dapat digunakan oleh konsumen untuk bertransaksi.
1) Model situs makelar
Model situs broker atau makelar dibuat dengan memberikan tempat berupa etalase di situs kepada beberapa produk sejenis untuk ditawarkan kepada konsumen.
2) Model situs ritel
Elektronik ritel (e-tailing) adalah penjualan yang dilakukan secara online melalui internet.
3) Model pusat perbelanjaan
Jika Anda membeli produk di pusat perbelanjaan, biaya seperti transportasi, transaksi, dan waktu terpaksa harus dikeluarkan.
4) Model iklan
Situs model iklan menyediakan konten berupa produk atau jasa yang dilengkapi pula dengan fitur interaktif sebagai pendukung, seperti online chat.
5) Model berlangganan
Pada situs model ini, konsumen diharuskan membayar agar dapat masuk ke situs.
6)Model komunitas
Dalam situs model komunitas, penawarkan dan pembelian barang diatur oleh komunitas, biasanya berbentuk web forum.
7) Model pabrikan
Situs e-commerce pabrikan menampilkan produk-produk yang dibuat oleh perusahaan.
8) Model kustom
Perusahaan e-commerce kustom menampilkan produk-produk yang ditawarkan yang memberikan fasilitas kepada konsumen untuk mengkustom (menentukan sendiri) atau memesan produk berdasarkan keinginan konsumen.
C. MENGGUNAKAN AFILIASI PEMASARAN UNTUK MEMPROMOSIKAB SITUS E-COMMERCE
1. Pengertian Afiliasi
Afiliasi merupakan salah satu cara memasarkan produ menggunakan media online. Beberapa perusahaan di Indonesia menggunakan cara afiliasi dalam bentuk program afiliasi untu mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Prussakov (2007), program afiliasi adalah jenis pemasaran di mana mitra atau afiliasi mengiklankan produk dan pedagang Senada dengan itu, menurut Goldschmidt (2003) pemasaran afiliasi adalah "hubungan bisnis online di mana komunikasi berupa pesan ke pengunjung melalui situs penayang afiliasi dapat mendorong terjadinya transaksi".
Program afiliasi yang sering ditawarkan oleh pemilik program afiliasi ada 3, yaitu:
a. Pay per click
b. Pay per lead
c. Pay per sale
2. Manfaat Afiliasi
Berikut ini beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan cara pemasaran model afiliasi.
a Produk perusahaan dapat tersebar luas karena dibantu oleh pengunjung yang mengikuti program afiliasi.
b. Merk dan citra perusahaan menjadi lebih baik dan dikenal luas karena sebagian hasil penjualan produknya diberikan kepada pengikut program afiliasi.
c. Perusahaan melalui program afiliasi dapat mempromosikan produk dengan melibatkan situs lain untuk ikut berpartisipasi aktif menjual produk.
3. Cara pemasaran menggunakan afiliasi
Bagaimanakah cara situs penayang yang ingin mengikuti program afiliasi? Berikut ini beberapa tahap yang harus dilakukan oleh situs penayang jika ingin mengikuti program afiliasi.
a Mendaftar program afiliasi pada situs pemilik program, pendaftaran dapat dilakukan setiap saat (24 jam);
b. Mengikuti tahapan yang ada pada panduan program afiliasi, yang dapat dilihat di situs pemilik program;
c. Jika sudah mendaftar dan diperkenankan menayangkan iklan afiliasi, langkah selanjutnya adalah menayangkan iklan afiliasi di blog.
d. Memilih jenis iklan afiliasi dengan bentuk dan ukuran yang kontras dengan blog, dengan demikian, pengunjung blog atau situs akan tertarik untuk mengikuti program yang ditawarkan oleh blog Anda.
4. Program afiliasi menggunakan blogspot
Blog yang didesain untuk pemasaran didaftarkan kepada penyedia layanan afiliasi untuk dimintai persetujuan: Biasanya, blog yang disetujui adalah blog yang pengunjungnya relatif banyak Berikut ini proses mengikuti program afiliasi dan menempatkan iklan afiliasi pada blogspot.
a. Daftar program aplikasi pada penyedia program aplikasi.
b. Jika disetujui, masuklah pada program afiliasi.
c. Selanjutnya, pilih iklan afiliasi yang akan ditampilkan pada blog Anda (pilih iklan yang sesuai dengan tema atau topik blog).
d. Tempatkan iklan afiliasi padablogAnda (buka dashboard layout, kemudian pilih gadget, pilih html).
e. Salin (copy) kode afiliasi pada gadget html, kemudian "Simpan".
-Iklan afiliasi Anda sudah tampil di blog.
-Afiliasi dan implementasinya selanjutnya akan dijelaskan pada Bab 4 buku ini
PENILAIAN PENGETAHUAN
Jawaban PG Hal-80
1. B. e-commerce
2. C. Program afiliasi.
3. E. Etalase virtual
4. C. Website forum
5. A. Bussiness to consumer (B2C)
6. E. Media promosi produk
7. D. Menghemat saya
8. B. Media online
9. C. Elektronic Funds Transfer
10. E. Waktu transaksi 24 jam
11. B. Tempat menampilkan produk pada situs
12. B. B2B
13. A. B2C
14. A. Indonetwork
15. E. Kaskus.co.id
16. B. B2B, B2C, C2B
17. A. C2C
18. C. Desain situs
19. C. Penjualan
20. E. Informasi lengkap dan terkini
21. E. Membangun merek dan membangun citra model
22. A. Situs retail
23. E. Etrade.com
24. B. Retail
25. B. Maquoda.com
26. D. Kaskus.co.id
27. B. Lazada.co.id
28. D. Merk dan citra perusahaan menjadi lebih baik karena dikenal luas luas
29. D. Perencanaan benar, membangun benar dan memasarkan benar
30.mengarahkan pengunjung menuju situs atau blog
Komentar
Posting Komentar